19 Mei 2009

Peran Naval War College Dalam Pembangunan Kekuatan Angkatan Laut

All hands,
Menghadapi ketidakpastian lingkungan keamanan saat ini, tidak sedikit Angkatan Laut di negara-negara maju yang cukup kewalahan untuk menentukan pembangunan kekuatan ke depan seperti apa yang diharapkan mampu menjawab ketidakpastian itu. Khususnya menyangkut force size, yaitu berapa jumlah kapal perang yang harus dipunyai, berapa jumlah personel yang dibutuhkan, bagaimana penyiapannya, apa saja kemampuan kapal perang, terdiri dari jenis apa saja, untuk menghadapi kontinjensi yang bagaimana dan lain sebagainya. Ketika dihadapkan pada situasi demikian, Angkatan Laut di negara-negara itu berpaling kepada Naval War College masing-masing sebagai dapur pemikir mereka.
Salah satu contohnya adalah U.S. Navy, yang memberikan pekerjaan rumah kepada U.S. Naval War College yang berbasis di Newport, RI. Oleh Naval War College, tugas itu direspon dengan menyiapkan kajian komprehensif yang mempertimbangkan bukan saja aspek operasional Angkatan Laut dan juga keamanan, tetapi menyentuh pula aspek politik dan ekonomi. Hasil kajian komprehensif itu sebelum dijadikan produk akhir diuji dulu dalam suatu oyu yang tidak saja melibatkan militer, tetapi juga aktor lainnya seperti Departemen Luar Negeri dan lain sebagainya.
Kalau kita pelajari strategi maritim Amerika Serikat saat ini, niscaya akan menemukan terminologi seperti mission-tailored maritime forces. Tanpa banyak diketahui oleh publik, istilah itu lahir dari hasil kajian U.S. Naval War College. Dan ternyata hasil kajian itu diterima dan diterapkan oleh U.S. Navy saat ini, karena dianggap relevan untuk menjawab tantangan pembangunan kekuatan yang tengah dihadapi.
Dalam rangka mendengarkan aspirasi Angkatan Laut lain di dunia menyangkut kondisi lingkungan keamanan saat ini dan kerjasama apa yang dapat dilaksanakan, U.S. Naval War College secara rutin menggelar International Sea Power Symposium. Pada kegiatan itu, yang diundang adalah para Kepala Staf Angkatan Laut dari negara-negara terpilih dan mereka akan diberikan kesempatan memaparkan pandangan negara mereka menyangkut masalah yang tengah dibahas. Beberapa tahun lalu, pemimpin AL kita pernah menjadi salah satu pembicara dalam International Sea Power Symposium tersebut. Hasil atau masukan dari kegiatan seperti itu dipastikan akan dikaji di U.S. Naval War College, untuk kemudian dijadikan saran rekomendasi kebijakan kepada CNO.
Memang sudah menjadi salah tugas pokok Naval War College di mana pun di dunia untuk menjadi tangki pemikiran bagi Angkatan Laut-nya. Tidak heran bila di lembaga itu ditempatkan tenaga profesional di bidangnya masing-masing, baik sipil maupun militer. Naval War College atau sejenisnya di banyak negara benar-benar menjadi center of excellence. Lalu bagaimana dengan lembaga serupa di AL kita?

Tidak ada komentar: