11 September 2008

Kapal Selam Australia Kekurangan Pengawak

All hands,
Mengutip berita di koran The Australian, Royal Australian Navy berencana menaikkan kapal selam keempat dari enam kapal selam kelas Collins ke dok kering. Alasannya sederhana, kekurangan awak. Sebelumnya tiga kapal selam Australia sementara tidak dioperasikan karena alasannya yang sama. Sebagai informasi, Collins butuh diawaki 45 kru yang mana 50 persennya harus diisi oleh teknisi berkualifikasi tinggi.
Masalah ini seolah menampar muka Perdana Menteri Kevin Rudd yang mencanangkan massive upgrade in naval resources to counter military build up ini Asia. Rudd mengatakan bahwa Australia harus menjadi kekuatan maritim dan melindungi jalur perkapalannya untuk melindungi perdagangan. Tentu menjadi pertanyaan, pembangunan kekuatan laut Australia ditujukan untuk menghadapi siapa? Jawabannya adalah Cina yang lagi berupa membangun AL yang berstatus blue water navy.
Kasus Australia ini menarik, karena terjadi di negara yang fondasi Angkatan Laut-nya sudah mapan, dibandingkan dengan Indonesia misalnya. Kalau benar bahwa selama ini tiga kapal selam Collins nggak beroperasi, berarti yang beroperasi hanya dua kapal mungkin. Bahkan mungkin satu.
Memang dalam siklus operasi, kalau kita punya enam kapal selam, yang siap operasi biasanya cuma 3-4. Sisanya menjalani maintenance. Tapi kalau sampai setiap kapal selam kekurangan kru, itu kelewatan. Gimana kalau terjadi kontinjensi dan dia harus operasikan setengah atau lebih dari kekuatannya?
Bisa saja sih comot sana comot sini, tapi itu tidak menyelesaikan masalah. Kasus ini bisa jadi pelajaran bagi Indonesia yang tengah merencanakan pengadaan kapal selam baru. Kita harus siapkan kru sesuai kebutuhan agar nggak seperti Australia.



2 komentar:

Anonim mengatakan...

Emang kita kekurangan kru berkualifikasi cukup yah bro...

Kalo OZkan emang orang sipilnya kurang minat join ADF, makana dikit banget personelnya, kalo di Indo kan lumayan banyak yg masuk...

Contoh, pas mau dikirim ke iraq, afghan aja mereka dapet bonus ribuan dollar per tour... pas ditanya mengapa mereka mau ikut, nbanyak yang bilang karena uangnya gede...

Apa hubungannya kita harus belajar ke australia supaya ga kekurangan kru...

Gw ga melihat ada yang bisa disambungin with this point, except by forcing it...

Anonim mengatakan...

HUbungannya,kita harus tingkatkan kesejahteraan awak kapal selam.Jangan cuma bangun kebanggaan buat mereka.Betul kru kapal selam saat ini berlebih,tapi kalau masuk kapal baru,kita harus rekrutmen lagi.Kita harus bangun moral mereka antara lain dengan kesejahteraan.Tingkat uang tunjangan layar per hari.