05 September 2010

Integrasi Sistem PKR

All hands,
Integrasi sistem dalam PKR yang akan dibangun oleh galangan perkapalan nasional dengan asistensi teknis galangan asal Eropa merupakan isu krusial pula. Sebab dalam integrasi sistem harus mampu menyatukan semua subsistem senjata yang ada dalam satu CMS. Dengan demikian, dibutuhkan keahlian khusus guna bisa melaksanakan integrasi tersebut. Biaya integrasi sistem pun tidak murah, nilainya mendekati harga bangunan kapal itu sendiri.
Oleh karena itu, integrasi sistem harus dilaksanakan oleh ahlinya tanpa memandang bendera kebangsaan. Tidak bisa diterima alasan bahwa karena kapal perang yang diproduksi adalah untuk Indonesia, maka pekerjaan integrasi sistem dipaksakan dilakukan oleh galangan perkapalan Indonesia. Karena galangan perkapalan Indonesia selama ini belum khatam soal integrasi sistem, sebagaimana bisa dilihat dalam pengembangan kapal FPB 57.
Jika integrasi sistem dipaksakan tanpa melihat kemampuan dan kompetensi, maka Angkatan Laut selaku konsumen akan menjadi korban. Mimpi Angkatan Laut yang ingin mempunyai kapal fregat kenyataannya mendapat kapal OPV karena kegagalan integrasi sistem. Pesannya adalah dalam soal integrasi sistem harus mengingat kembali slogan kampanye penguasa Jakarta sekarang, yaitu "Serahkan Pada Ahlinya".

3 komentar:

Anonim mengatakan...

untuk rancang bangun saya kira indonesia siap, tp bgmn dg mesin pendorong yg qta blom bs bahkan bwt mesin pesawat jg blom bs. Klo alat navigasi asal mau pake dlm negeri pasti satu saat berkembang juga, demikian pula dg sistem senjata.

Rieski mengatakan...

Pastinya gak akan maksain juga lah. Kita juga pernah mengalami hal yg sama pada saat membangun PT DI a.k.a IPTN jaman Habibie. Gak langsung dipegang oleh orang Indonesia. Tapi dengan dibuatnya PKR di Indonesia,setidaknya memberikan kesempatan pada putera bangsa yang untuk mempelajari hal tersebut lebih dalam.

Anonim mengatakan...

patut menjadi perhatian,negara maling yang CMS integrationnya ditangani oleh ahlinya saja sampai saat ini masih bermasalah
maka dari itu saya sangat setuju kalau uji coba CMS lokal di KCR 40 dulu saja,jangan langsung PKR
jangan karena atas nama kemandirian dipaksakan semua digarap lokal
salam,not_adriano