06 Maret 2010

Berkaca Dari Royal Navy

All hands,
Royal Navy alias Angkatan Laut Inggris merupakan salah satu Angkatan Laut tertua di dunia. Oleh sebab itu, bukan suatu hal yang aneh bila Royal Navy mempunyai tradisi ke-Angkatan Laut-an yang sangat kuat dan mengakar sebagai bagian dari tradisi maritim bangsa Inggris. Tidak heran pula bila sebagian pihak berpendapat bahwa Royal Navy lebih patut dijadikan sebagai suatu role model Angkatan Laut dibandingkan dengan U.S. Navy.
Ada satu hal penting yang bisa ditarik dari Royal Navy. Seperti sering ditulis di sini, eksistensi Angkatan Laut utamanya adalah untuk mengamankan perdagangan. Bahwa seiring dengan perjalanan waktu alasan eksistensi Angkatan Laut diperluas menjadi instrumen untuk mengamankan kepentingan nasional yang terkait dengan domain maritim, hal itu tidak menggugurkan cause awal tentang pengamanan perdagangan. Royal Navy sepanjang sejarahnya mempunyai peran utama untuk defending trade and market access. Bahkan salah satu pahlawan dari Royal Navy yaitu Admiral Horatio Nelson mengakui bahwa the fundamental justification for the Royal Navy was to defend trade.
Situasi dunia ketika Royal Navy berjaya pada abad ke 17 sampai awal abad ke-20 sebenarnya tidak jauh berbeda dengan masa sekarang. Perdagangan terus meningkat lewat globalisasi, kolonialisme telah mengambil bentuk baru, eksploitasi negara maju terhadap negara berkembang terus terjadi, penentangan terhadap dominasi negara-negara kuat oleh pihak-pihak yang lebih lemah masih terus berkobar dan lain sebagainya. Dikaitkan dengan perdagangan, peran Angkatan Laut sebenarnya masih sama yaitu mengamankan perdagangan.
Lihat saja penyebaran kekuatan Royal Navy dan U.S. Navy di kawasan Teluk Persia dan sekitarnya. Semua itu terkait dengan urusan perdagangan meskipun bertajuk perang terhadap terorisme, menjaga keamanan maritim dan lain sebagainya. Belum lagi penyebaran kekuatan Angkatan Laut kedua negara di kawasan lainnya di dunia yang dinilai strategis.
Terkait dengan Indonesia, pelajaran yang bisa ditarik di situ adalah kekuatan laut negeri ini harus diberdayakan untuk mengamankan kepentingan negeri ini, antara lain di bidang perdagangan. Sebagai negara kepulauan, ada dua agenda penting yang terkait ekonomi negeri ini yang mempunyai relevansi dengan Angkatan Laut. Pertama, mengamankan SLOC di dalam negeri yang menghubungkan antar pulau. Kedua, mengamankan SLOC di luar negeri yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara lain.
Kedua agenda itu bisa dipenuhi oleh Angkatan Laut Indonesia apabila ada endorsement dari pengambil keputusan politik. Tanpa itu, sulit untuk mewujudkan kekuatan laut negeri ini sebagai kekuatan yang menjaga kelangsungan perdagangan (ekonomi) Indonesia. Masalahnya adalah banyak pihak tidak paham bahwa Angkatan Laut negeri ini dengan segala keterbatasannya memberikan kontribusi tidak sedikit terhadap lancarnya kelangsungan ekonomi Indonesia.
Mungkin mereka akan paham ketika SLOC Indonesia di luar negeri terganggu, sehingga pasokan minyak dan bahan baku lainnya mengalami gangguan. Baru di saat itulah mereka akan melirik kepada Angkatan Laut, sebab sadar bahwa soft power yang dianakemaskan selama ini ternyata tidak bisa berbuat apa-apa.

2 komentar:

Mitra mengatakan...

Great Britain Royal Navy kekuatan dan tradisinya mendunia, rasa percaya diri mereka sudah terbina sejak perang Travalgar dan menjadi dasar pembentukan karakter AL dunia dimana fungsi constabulary (polisional) menjadi sendi penting fungsi AL secara universal. Fungsi ini juga tercantum jelas dalam pasal 9 UU 34/2004 tentang TNI, tetapi mengapa AL kita dibuat ramping sementara tantangan tugas menegakkan hukum di perairan yurisdiksi nasional semakin tinggi? Apakah ada latar belakang "kepentingan" yang terganggu jika AL kita berjaya menegakkan hukum di perairan kita? Tanpa bermaksud tendensius terhadap hal ini, saya pesimis kalau AL kita dapat berkiprah mengirim armada ke luar negeri untuk melindungi kapal dagang berbendera Indonesia sementara melindungi kekayaan di dalam negeri saja sudah terseok-seok membentur berbagai kebijakan.

Apresiasi atas keberhasilan KRI DPN dalam misi PBB, cukup membanggakan.
Salam.

WillemVanDerZaan mengatakan...

secara doktrin ada tigas tugas utama ALRI, Militer.. Polisionil.. dan diplomatik..
selama ini negara dengan keterbatasan anggaran (harus diterima semua pihak) hanya sanggup medukung ALRI menjalan kan fungsi polisionil.. (patroli dan patroli..)
dan sedikit sebagai militer.. (sebatas latihan..)sekali lagi kita dihadapkan dgn masalah klasik..

tapi sebenarnya wajar saja ALRI juga bingung, kapal yg mana yg mau diamankan d luar negeri? sedangkan di perairan lokal saja didominasi maskapai pelayaran asing? dan kapal2 cargo kayu kecil lokal paling mentok sampai malaysia/ singapura?

trmksh